Toyota Menjadi Pemimpin Pasar Otomotif dengan Meraih Pasar 36,1 Persen

16 Desember 2016
Toyota Indonesia terus membuktikan eksistensinya dengan menjaga laju pertumbuhan penjualan per Oktober 2016. Hal ini terbukti dengan hasil penjualan Toyota di pasar ritel tercatat 34.499 unit, naik 19,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
“Kami sangat berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada pelanggan yang telah memberikan kepercayaannya terhadap produk, teknologi, dan servis yang kami hadirkan,” kata Henry Tanoto, Vice President TAM.
Sepanjang 10 bulan tahun ini, Toyota mempertahankan status pemimpin pasar dengan market share 36,1 persen. Dengan begitu, total penjualan Toyota periode Januari-Oktober 2016 mencapai 314.678 unit. Tumbuh 18,8 persen dari periode sama tahun lalu yang tercatat 264.847 unit. Di periode ini, Toyota mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar dengan pangsa 36,1 persen.
Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, menyebutkan kondisi pasar otomotif nasional masih belum begitu positif, kendati menunjukkan tren pertumbuhan. Ini terlihat dari pertumbuhan pasar nasional pada Januari-Oktober 2016 yang hanya naik 2,9% dibandingkan periode sama 2015.
Kami berharap dalam dua bulan ke depan atau sampai akhir tahun, pasar otomotif dapat tetap terus meningkat, ujar Henry, dalam rilisnya, Senin (21/11).
Serupa tren pasar nasional, pertumbuhan penjualan Toyota didominasi segmen MPV dan SUV. Di segmen MPV, penjualan Toyota di pasar ritel mencapai 197.036 unit di periode 10 bulan pertama tahun ini, naik 34,9 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Ini membuat pangsa pasar Toyota di segmen MPV naik dari 48,3 persen menjadi 55,3 persen.
Dominasi Toyota di segmen ini didukung oleh line-up komplet, mulai Calya, Avanza dan Veloz, Sienta, Kijang Innova, NAV1, dan Alphard.
Sementara di segmen SUV, lewat Toyota Rush di segmen medium SUV dan Fortuner di segmen high SUV, Toyota membukukan total penjualan ritel 42.265 unit. Tumbuh 32,9 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Di segmen sedan, penjualan ritel Toyota mencapai 5.220 unit dengan pangsa pasar 45,9 persen. Sementara di segmen hatchback, Toyota mencatat total penjualan 58.246 unit dan meraih pangsa pasar sebesar 34 persen.
Toyota sebagai pemimpin pasar otomotif roda empat, melihat tren pasar mobil tahun ini menunjukkan pertumbuhan meskipun tidak besar. “Saya perkirakan pasar mobil secara nasional akan tumbuh 3-5 persen sampai akhir tahun,” ujar Henry yang memprediksi penjualan mobil di dalam negeri bakal menembus angka 1,08 juta unit. Naik tipis dibandingkan tahun lalu sekitar 1,01 juta unit. Sampai September penjualan mobil secara nasional dari beragam merek telah menembus angka 780 ribu unit.
“Dalam lima tahun pasar mobil di Indonesia akan kembali bergairah mencapai 1,5 juta unit,” ujarnya dilansir dari Antaranews.
Ia yakin kebiasaan peningkatan permintaan mobil menjelang akhir tahun masih akan terjadi tahun ini, meskipun diakuinya pengeluaran belanja pemerintah berkurang tahun ini seiring dengan pemangkasan APBN di kementerian dan lembaga pemerintah.  “Pemangkasan anggaran pemerintah setahu saya hanya untuk kegiatan non-produktif. Sementara belanja barang modal, termasuk kendaraan, tidak terkena (pemangkasan),” ujarnya.  Oleh karena itu, ia juga optimistis Toyota yang telah memiliki basis produksi mobil di Indonesia pun bakal meraih pertumbuhan penjualan tahun ini dibandingkan tahun lalu.
Sumber : toyota.astra.co.id